Blog

Status SPT Kurang Bayar? Begini Solusinya!

Awal Maret 2018, semua personil Commcap melaporkan pajak pribadi tahunan. Untuk pelaporan 2017, kami dapat dua bukti potong pajak sehingga status pelaporan perhitungan pajak akhir tahunnya menjadi “kurang bayar”. Artinya, kami harus bayar kekurangan tersebut pada saat pelaporan.

Pernah punya kasus yang sama? Jangan bingung, status kurang bayar bisa terjadi pada siapa saja jika dalam setahun (Januari—Desember) kamu pindah ke beberapa perusahaan dan/atau menerima lebih dari satu bukti potong pajak atas penghasilanmu; atau nominal penghasilanmu di atas Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP), yaitu Rp 4.500.000 per bulan. Untuk status kurang bayar seperti ini, kamu perlu menggunakan SPT 1770S.

Jika status pelaporan pajakmu sudah jelas, saatnya kamu tentukan apakah akan memilih sistem pelaporan pajak secara langsung atau online. Sejak beberapa tahun lalu, sistem pelaporan tahunan pajak pribadi telah menyediakan layanan online yang dinamakan e-Filing. Jadi, kamu bisa lapor SPT tanpa harus datang ke kantor pajak.

Awalnya, kami pun cukup bingung karena ini pengalaman pertama lapor pajak secara online dengan status kurang bayar. Setelah googling dan bertanya ke Layanan Informasi dan Pengaduan Kring Pajak (1500200), begini langkah-langkahnya.

1. Mengaktifkan menu e-Billing

Kalau kamu belum pernah lapor pajak secara online, kamu perlu datang ke kantor pajak terlebih dulu untuk meminta EFIN. Setelah menerima EFIN, aktifkan akun wajib pajak online kamu dengan cara login ke www.djponline.pajak.go.id menggunakan EFIN tersebut, lalu aktifkan menu e-Billing dengan mengklik namamu di pojok kanan atas. Setelah itu, pilih menu Profile, lalu scroll sampai ke isian “Tambah/Kurang Hak Akes”, lalu centang “e-Billing”. Pastikan e-Filing dan e-Form juga dicentang, lalu klik “Ubah Akses”. Jika perubahan akses belum berhasil, lakukan kembali proses centang e-Billing sampai berhasil dan kamu akan kembali ke halaman login.

2. Membuat SPT

Setelah mengaktifkan e-Billing, saatnya membuat SPT dengan login kembali ke DJP Online, lalu pilih menu e-Filing. Klik “Buat SPT” di bagian kanan atas kolom daftar SPT. Selanjutnya, muncul beberapa pertanyaan yang mengarahkan kita untuk mengisi jenis formulir SPT yang tepat.

SPT 1770SS adalah jenis formulir untuk pegawai/karyawan dengan penghasilan bruto di bawah Rp 60 juta setahun dan berasal dari satu pemberi kerja, sedangkan SPT 1770S adalah jenis formulir untuk pegawai/karyawan dengan penghasilan bruto sama dengan atau di atas Rp 60 juta setahun dan berasal dari dua atau lebih pemberi kerja. Untuk mengisi formulir SPT, jangan lupa siapkan bukti potong 1721-A1 untuk karyawan swasta atau bukti potong 1721-A2 untuk Pegawai Negeri Sipil (PNS).

Nah, formulir SPT yang kami isi adalah SPT 1770S dalam bentuk formulir yang terdiri atas beberapa isian yaitu Data Formulir, Lampiran II, Lampiran I, Induk, dan Kirim. Pada saat mengisi Induk Form, perhatikan langkah-langkah berikut.

  • Bagian A. Penghasilan Netto
    • Penghasilan netto dalam negeri sehubungan dengan pekerjaan. Nominalnya diperoleh dari penjumlahan penghasilan netto seluruh bukti potong yang dimiliki, yang bisa dilihat dari bukti potong pada kolom no 12.
    • Penghasilan Netto Luar Negeri, jika ada.
    • Zakat/sumbangan keagamaan yang sifatnya wajib.
  • Bagian B. Penghasilan Kena Pajak
    Pilih Penghasilan Tidak Kena Pajak dan Tanggunganmu. Pilihan ini mengacu pada “Status/Jumlah Tanggungan Keluarga untuk PTKP” yang ada di bukti potong pajak. Setelah itu, akan muncul nilai Penghasilan Kena Pajak.
  • Bagian C. PPh Terutang
    PPh terutang akan otomatis dihitung dan kamu bisa mengisinya jika mempunyai Pengembalian/Pengurangan PPh 24 yang telah dikreditkan.
  • Bagian D. Kredit Pajak
    Isi bagian ini jika kamu mempunyai kredit pajak.
  • Bagian E. PPh Kurang/Lebih Bayar
    Di sini, kamu bisa melihat nominal kekurangan pajak yang harus dibayarkan. Selanjutnya muncul pilihan sudah membayar kekurangan pajak atau belum:

    • Kalau sudah, masukkan Nomor Transaksi Penerimaan Negara (NTPN).
    • Kalau belum, pilih menu “Buat Kode e-Billing”, lalu muncul angka pada kotak di bagian bawah yang merupakan kode e-Billing untuk kamu setor kekurangan pajaknya. Catat dan simpan kode e-Billing ini.
  • Bagian F. Angsuran PPh Pasal 25 Tahun Pajak Berikutnya
    Isi bagian ini jika kamu membayar angsuran PPh Pasal 25.
  • Pernyataan
    Centang kotak “Setuju”, lalu muncul kotak dialog yang menyebutkan kalau SPT kita belum lengkap, akhiri dengan mengklik menu “Tutup”.

Jika sudah selesai, kamu akan dapat summary isian SPT untuk dikirimkan. Tapi, karena SPT kamu belum lengkap alias belum bayar kekurangan pajaknya, SPT tersebut belum bisa dikirimkan. Klik pilihan “Selesai” dan isianmu akan disimpan sebagai draft.

Saat Commcap melakukan pelaporan pajak dengan status “kurang bayar”, kami menghadapi kendala dalam mengisi Bagian E karena kode e-Billing tidak keluar.

Kalau kamu menemukan hal yang sama, kamu bisa pilih menu “Beranda” pada toolbar dan pilih menu “e-Billing”. Dalam kasus tertentu, ada yang menu e-Billing nya belum aktif. Setelah bertanya ke Layanan Informasi dan Pengaduan Kring Pajak, kami diarahkan untuk masuk ke sse3.pajak.go.id.

Di halaman login, ada beberapa pilihan di bawah kotak isian. Pilih “Lupa PIN?”, lalu masukkan NPWP, email yang terdaftar di e-Filing, dan kode keamanan. Link untuk mengubah PIN akan dikirimkan ke email kamu. Setelah mendapatkan link-nya, ikuti perintah untuk mengubah PIN dan kamu bisa login dengan PIN baru.

Setelah itu, kamu akan berada di laman web e-Billing, yaitu Surat Setoran Pajak atau kuitansi pembayaran pajak. Untuk pembayaran pajak, dibutuhkan kode unik yang menyimpan data pembayaran kita. Untuk membuat kode e-Billing, pilih menu “Isi SSE” sampai muncul isian data NPWP dengan data sebagai berikut.

Jenis Pajak : 411125 – PPh pasal 25/29 OP
Kode Setoran : 200 – Tahunan
Masa Pajak : Januari—Desember
Tahun Pajak : 2017
Jumlah Setor : (nominal kurang bayar pajak saat pengisian e-Filing)
Uraian : (kamu bisa isi dengan PPh 29 OP tahun 2017)

Setelah itu, pilih “Simpan” dan lanjutkan dengan membuat “Kode Billing”. Kode Billing akan muncul dan kode inilah yang nantinya akan dimasukkan saat pembayaran. Sebagai bocoran, kemarin saat kami bertanya langkah-langkah ini ke pihak Kring Pajak, mereka sempat membantu membuatkan kode billingnya, lho! 😀

3. Membayar kekurangan pajak

Kalau sudah punya kode billing, kamu bisa bayar kekurangan pajak lewat kantor cabang bank terdekat, kantor pos, atau melalui iBanking rekening kamu (beberapa bank sudah ada menu pembayaran pajak).

Setelah pembayaran berhasil, yang perlu kamu perhatikan adalah NTPN. Kode NTPN ini yang akan kita isi di SPT sebagai bukti pembayaran.

4. Mengirim SPT

Jika Kode NTPN sudah didapat, laporkan SPT kamu dengan login ke DJP Online, lalu pilih menu e-Filing dan pilih “Submit SPT” di menu toolbar. Setelah itu, pilih SPT 1770 tahun 2017, lalu pilih “Ubah SPT”.

Pada bagian awal, isi tahun dan jenis pelaporan, lalu pilih langkah berikutnya sampai ke Induk Form. Di Induk Form, pilih Bagian E. PPh Kurang/Lebih bayar, lalu jawab “sudah” pada bagian pertanyaan pembayaran kekurangan pajak. Setelah itu, masukkan tanggal pembayaran, pilih “Tambah” dan masukkan data NTPN, lalu klik “Simpan”.

Klik bagian Pernyataan dan centang kotak “Setuju”. Dalam beberapa kasus, muncul kotak dialog yang memberitahukan poin-poin apa saja yang belum dilengkapi. Coba dicek kembali ya isian pada poin-poin tersebut!

Saat kemarin Commcap mengirim SPT, pemberitahuan seperti ini muncul karena bagian Daftar Harta tidak terisi. Jadi, isi saja dengan harta yang kamu punya per 31 Desember 2017. Misalnya, cash/tunai kamu di dompet atau tabungan. 🙂

Setelah itu, klik “Langkah Berikutnya”, lalu klik “Permintaan kode verifikasi”, dan kamu akan mendapatkan kode verifikasi lewat email. Setelah isi kode verifikasi, kirim deh SPT-mu! Jika pengiriman SPT sudah selesai, list SPT di bagian beranda e-Filing akan bertambah.

Selamat lapor pajak, kawan-kawan!